Gazpoll Racing Team, dari Ajang Kumpul Sesama Pecinta Balap

News

Dunia balap mobil terutama balap turing kini semakin digemari, mulai dari balap mobil klasik, retro, hingga mobil-mobil keluaran terbaru. Beberapa ajang balap pun kini sudah mulai secara intens digelar, terutama ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang selalu digelar setiap tahunnya. Hal ini memicu banyak pihak berlomba-lomba membentuk tim balap, salah satunya Tomi Hadi, salah satu founder dari Gazpoll Racing Team.

Ditemui di acara MB Club INA Fun Rally 2016, Tomi menceritakan terbentuknya tim yang telah menelurkan pebalap-pebalap handal di berbagai ajang balap di Indonesia ini. Berawal dari sekedar ngumpul sesama pehobi balap, pada tahun 2009 mereka memutuskan untuk membentuk Gazpoll Racing Team, dimana awalnya cuma Tomi yang turun menjadi pebalap.

Beberapa waktu kemudian, menyusul pebalap Ade Hendra dan beberapa teman lainnya yang bergabung, termasuk Ahmad Sadewa yang juga founder ETCC. “Seiring berjalannya waktu, perkembangan Gazpoll Racing Team ini sangat pesat. Bahkan dulu kita sempat menurunkan 35 mobil dalam sekali balapan,” kata Tomi saat ditemui di sela-sela acara MB Club INA Fun Rally di ICE BSD Tangerang, Minggu (29/5).

Dirinya menambahkan, karena kesibukan para pendiri dan pebalap yang tergabung, saat ini mungkin tinggal 10-15 orang yang masih terus aktif. Karena, banyak juga para pebalap yang dulu tergabung dengan Gazpoll, kini mendirikan tim balap sendiri. “Bagi saya itu tidak masalah, karena sejak awal mendirikan tim balap ini memang untuk fun, jadi sampai sekarang pun tetap seperti itu,” imbuh Tomi. “Daripada balapan di jalan raya, lebih baik kan seperti ini. Jadi juga lebih terarah.”

Saat disinggung tentang ajang balap Old Skool yang dicetuskan oleh Gazpoll Racing Team, Tomi mengatakan bahwa ajang tersebut sengaja digelar untuk para pecinta otomotif, terutama bagi yang ingin belajar balap. “Old Skool itu kan balapan mobil klasik, jadi sangat cocok bagi yang ingin mencoba balap dengan biaya murah. Karena di Old Skool mereka tidak perlu modifikasi mesin, hanya cukup memasang roll-bar, jok balap, memakai baju balap, mereka sudah bisa ikut balapan. Intinya ajang Old Skool ini untuk masuk ke balapan yang sesungguhnya,” ungkap Tomi.

Dirinya pun sedikit menyinggung tentang perkembangan balap di Indonesia. Menurut Tomi, sebenarnya balap di Indonesia itu sangat berkembang, apalagi jika melihat ajang balap turing ISSOM di Sentul. Namun sayangnya, ajang ini masih kurang promosi, dan dukungan dari pemerintah juga sangat minim. “Ajang ISSOM itu sudah sangat bagus, tinggal bagaimana pihak penyelenggara bisa mempromosikan ajang tersebut, agar masyarakat mau berduyun-duyun hadir melihat langsung,” ungkapnya.

Menanggapi ajang MB Club INA Fun Rally 2016 ini, Tomi merasa bahwa event ini juga sangat bagus, setidaknya menambah variasi bagi komunitas. “Seperti kita tahu, kegiatan komunitas itu kebanyakan gathering atau turing. Karenanya, event ini menurut saya sangat bagus, terbukti acara ini diikuti ratusan peserta dan perlu untuk terus digelar,” pungkas Tomi.

Sumber: otoblitzclassic.com