Ini alasan mobil retro tidak bisa ikut balap di JSTC

Comment

News

Penyelenggara Kejuaraan Japan Super Touring Car Championship (JSTC) Indonesia angkat bicara perihal tidak diperbolehkannya mobil retro dalam balapan ini.

Sebelum balapan Japan Super Touring Car Championship Indonesia dimulai, sempat terdengar kabar bahwa mobil retro yang ingin ikut serta ditolak oleh penyelenggara. Menanggapi hal tersebut, Ferry, Ketua Penyelenggara Kejuaraan JSTC Indonesia ini akhirnya mengklarifikasi berita tersebut. Dalam penjelasannya, Ferry, mengatakan bahwa ia tidak mau menarik pebalap dari kelas yang sudah ada.

“Oh iya, sempat ada satu pebalap retro yang mau ikutan tapi ditolak. Saya katakan, saya tidak mau ambil kelas dari orang lain. Dia kan sudah balap di retro, biarlah di retro saja. Biarlah kita di JSTC ini saya ingin anak muda balap, orang tua balap, jadi semua kelas itu ada peminatnya sendiri, tapi kalau orangnya itu-itu saja, kan bosan jadinya. Dan dia sudah di retro, jadi di retro saja,” jelas Ferry di paddock JSTC.

Pria yang menggeber Mitsubishi Lancer berkelir putih ini pun menekankan bahwa bukannya tidak boleh, akan tetapi ia ingin bahwa ada wajah-wajah baru dalam kejuaraan yang ia buat tersebut.

“Bukannya tidak boleh, saya ada aturan yang sudah saya keluarkan yang saya tidak boleh rubah. Saya bikin peraturan mobil yang bisa ikut itu mulai dari 1986, jadi dari tahun 1986 sampai yang paling muda boleh ikut. Di bawah itu ada kelas retro, di bawah retro ada old skoll juga yang saya bikin. Jadi semua ada kelas-kelasnya masing-masing,” tambah Ferry.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan, dengan adanya Kejuaraan Japan Super Touring Car Championship Indonesia ini ia ingin ada pebalap baru yang mengisi gelaran balap nasional di kejuaraan JSTC.

Sumber: www.sportku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *