Old Skool Racing Championship 2015, Hadirkan Warna Berbeda

Comment

News

Indonesia Super Series of Motorsport 2015 (ISSOM) seri pertama telah berakhir. Salah satu ajang balap tahunan yang sangat dinanti-nantikan pecinta otomotif dan balap di Tanah Air ini memiliki berbagai kategori bergengsi yang digelar, mulai dari Retro hingga Supercar.

Namun, ada satu kategori lagi yang membuat banyak orang terpana. Ya, kelas baru di ISSOM 2015 ini adalah Old Skool Racing Championship (OSRC), yang dipromotori oleh Gazzpoll Production. Kelas ini menghadirkan mobil-mobil klasik era 1970-an, seperti VW Beetle, Datsun 120 Y, Mercy ‘Kebo’ W108, hingga Valiant.

Mengusung slogan ‘Old is Cool’, gelaran Old Skool Racing Championship (OSCR) 2015 ini juga terlihat cukup menegangkan, lantaran persaingan antara Tomi Hadi (Gazpoll Racing Team), Eko ‘Jagal’ (Jagal Racing Team Kediri) dan Indra F Sarjono (Gazpoll Racing Team) tampak begitu ketat.

Start terdepan, Tomi Hadi berhasil mempertahankan posisinya hingga akhir balapan dengan catatan waktu 2:07.936, disusul Eko ‘Jagal’ di posisi kedua dengan waktu 2:08.059, dan posisi ketiga diraih Indra F Sarjono yang mencatatkan waktu 2:16.776. Namun, naas menimpa Ade Hendra yang start dari posisi kedua, ia gagal finish lantaran mobil yang dikendarainya mengalami trouble.

Saat ditemui sesaat setelah balapan, Tomi Hadi mengatakan, “Saya sangat senang ikut balapan di OSRC 2015 ini. Apalagi dengan hasil balapan tadi, tentunya saya bangga karena ini seri perdana OSRC 2015 di ISSOM. Semoga di seri-seri berikutnya saya dapat mempertahankan prestasi ini.”

Sementara Eko ‘Jagal’ yang menempati podium kedua merasa senang dengan adanya kelas Old Skool ini, dan juga puas meskipun berada di belakang Tomi Hadi. Menurut Eko, yang terpenting adalah OSRC ini bisa menjadi wadah bagi para pecinta mobil klasik yang suka balap.

Sedangkan Ervin Maladjong dari Gazpoll Production, Promotor ISSOM Old Skool Championship mengatakan, “Diadakannya kelas Old Skool ini karena banyak teman-teman klasik yang masih ingin ‘ngegas’, tapi tidak ada wadahnya. Melihat animo yang besar dari teman-teman komunitas mobil klasik, akhirnya diadakanlah kelas ini.

“Intinya fun race, seru-seruan tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas dan keamanan, serta mengikuti regulasi yang sudah di tetapkan,” imbuh Ervin, saat ditemui Otoblitzclassic di Sirkuit Sentul Bogor, Minggu (12/4).

“Untuk seri pertama ini kami melombakan 6 kelas dan memang masih diikuti oleh peserta yang masih minim. Saat pendaftaran tercatat ada 18 peserta, namun tiga hari sebelum perlombaan, empat mobil mundur karena ada halangan. Akhirnya, dari 18 peserta yang mendaftar, hanya 14 yang start,” lanjut Ervin.

Dirinya menambahkan bahwa persiapan memang sangat mepet, dan publikasi hanya dilakukan sebagian besar melalui ‘mulut ke mulut’ kepada teman-teman komunitas. Walaupun begitu, ajang ini ternyata sukses meraih antusiasme berbagai klub mobil klasik yang belum sempat berpartisipasi di seri perdana ini. “Dari teman-teman Holden juga sudah berencana akan mengikuti Old Skool untuk seri kedua mendatang,” tutup Ervin.

Source: otoblitzclassic.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *