OSRC Tetap Hadirkan Warna Tersendiri di ISSOM 2016 Seri 4

News

Ajang balap mobil klasik bertitel Old Skool Racing Championship (OSRC) di ajang Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2016 Seri ke-4 ternyata tetap mampu membangkitkan gairah para penonton yang hadir di Sirkuit Sentul hari Minggu (31/7) lalu.

Bagaimana tidak, mobil-mobil yang terbilang sudah ‘uzur’ tersebut ternyata masih mampu melaju dengan kencang. Meskipun di seri keempat ini peserta tak sebanyak seri sebelumnya, namun ajang OSRC kali ini tetap mampu memberi warna tersendiri di ajang motorsport tahunan terbesar di Indonesia ini.

Ervin ‘Pipink’ Maladjong, Promotor OSRC mengatakan, meskipun seri keempat ini banyak peserta yang tidak hadir, akan tetapi ajang ini masih banyak diminati penonton dan berjalan dengan lancar. “Memang seri keempat ini banyak peserta yang tidak hadir, karena di saat bersamaan ada acara di tempat lainnya,” kata Pipink saat ditemui di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Minggu (31/7).

Dirinya menambahkan bahwa sebenarnya peserta yang mendaftar di seri keempat ini sama dengan seri sebelumnya, yaitu 14 peserta. Namun, lantaran saat QTT ada tiga mobil yang mengalami trouble, akhirnya yang bisa start hanya 11 peserta saja. “Yah, namanya juga mobil klasik, digunakan untuk sehari-hari saja sering ngadat, apalagi untuk balap. Tapi saya juga bersyukur bahwa di seri keempat ini ada dua peserta baru. Hal ini membuktikan bahwa ajang balap mobil klasik masih diminati,” imbuhnya.

Pipink berharap, bagi peserta yang kali ini tidak bisa hadir, di seri berikutnya mereka bisa kembali meramaikan ajang Old Skool ini. Selain itu, iapun berharap kedepannya akan ada lagi peserta-peserta baru, karena balap dengan mobil klasik ini tidak membutuhkan biaya yang banyak dan regulasinya memang diharuskan menggunakan mobil bermesin bawaan asli pabriknya “Jadi, bagi kalian yang ingin belajar balap, fun, dan mengerti tentang racing line, maka ajang Old Skool inilah tempatnya,” pungkas Pipink.

Sementara, Andi Barata, pebalap di kelas OSC 6 atau FFA mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dikelas OSRC ini berawal dari rasa penasarannya, karena sebelumnya ia selalu ikut di kelas berbeda. “Dari dulu saya memang suka balap dan selalu ikut di kelas yang mempertemukan mobil-mobil baru. Namun sejak dua tahun belakangan saya ikut di Old Skool ini. Awalnya penasaran ingin mencoba balap mengendarai mobil klasik, eh malah keterusan hingga sekarang,” kata Andi sumringah.

Balapan di OSRC ini sendiri sangat menarik, karena bagi sebagian besar orang, mobil klasik itu tidak bisa digunakan untuk balap. Namun kenyataannya, malah menghadirkan adrenalin yang berbeda. “Jika kita balap dengan mobil yang tergolong masih baru itu sudah biasa. Tapi jika kita balap mengendarai mobil klasik, itu memberikan rasa yang sungguh berbeda,” lanjut pria yang meraih podium pertama di kelas OSC 6 ini.

Namun, Andi menyayangkan di seri keempat ini peserta OSRC tidak sebanyak seri sebelumnya. “Mudah-mudahan mereka yang kali ini tidak hadir, di seri berikutnya bisa kembali meramaikan ajang OSRC ini,” pungkasnya.

Source: otoblitzclassic.com